ANALISIS PROCESS MODEL TRANSFORMATION DARI MODEL BISNIS PROSES PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK

ANALISIS PROCESS MODEL TRANSFORMATION DARI MODEL BISNIS PROSES PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK

Artika Priananda, Ichsan Nur Rahmanto, Nuraenie Oktavianthie, Pradita Dyah Ayu P, Riski Serina Safitri

Manajemen Proses Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana

Jl. Meruya Selatan No.31, Kota Jakarta Barat 11610, telp. (021) 5840816

 

 

Abstrak

 

Transformasi  PT Telekomunikasi Tbk yang disebut dengan NEW TELKOM Indonesia, yaitu transformasi dalam bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi sistem dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia. Model proses seharusnya tidak memperkenalkan pemesanan baru atau mengubah yang sudah ada.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman ini, Telkom bertransformasi menjadi digital telco dengan membawa tiga misi utama. Pertama, Telkom berkomitmen mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur

 

Kontribusi Telkom di tiga bidang tersebut hadir demi mempercepat hadirnya ekosistem digital terintegrasi di Indonesia. Keberadaan ekosistem tersebut penting adanya, agar proses transformasi digital di Indonesia bias berjalan cepat dan merata di segala sektor. Karena itu, selain focus berkontribusi di tiga bidang yang sudah disebutkan, Telkom juga konsisten mengambil peran dalam hal pengembangan platform digital di berbagai sector seperti UMKM, pertanian & perikanan, pendidikan, pariwisata, kesehatan, serta logistik. 

 

Kata Kunci: Analisis, Model Transformasi Bisnis


1.      PENDAHULUAN

     Transformasi  PT Telekomunikasi Tbk yang disebut dengan NEW TELKOM Indonesia, yaitu transformasi dalam bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi sistem dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia. Model proses seharusnya tidak memperkenalkan pemesanan baru atau mengubah yang sudah ada. Misalnya, jika model proses asli menentukan untuk mengeksekusi baik aktivitas A atau B, seharusnya tidak demikian dalam model abstrak kegiatan ini muncul secara berurutan.

     Seseorang dapat menggunakan gagasan isotaktik (Polyvyanyy et al. 2012) sebagai persyaratan untuk melestarikan proses logika eksekusi. Isotactics adalah hubungan perilaku pada model proses yang mampu mewakili eliminasi dan agregasi logika eksekusi proses dan, karenanya, disarankan untuk digunakan untuk menggambarkan hubungan perilaku abstraksi pada proses model. Persyaratan abstraksi penting lainnya adalah model proses yang terbentuk dengan baik harus dipertahankan. Dengan demikian, aturan transformasi harus mempertimbangkan fitur – fitur dari notasi pemodelan.   

     PT Telkom Indonesia bahkan bias dikatakan sudah memiliki sistem yang termasuk dalam best practices KM, salah satunya adalah menjadi pionir dalam menciptakan corporate university yang merupakan bukti otentik bahwa PT Telkom Indonesia benar – benar mengapresiasi KM sebagai bagian yang sangat penting bagi perusahaan. Bahkan komitmen Telkom terhadap pentingnya penyebaran, penyimpanan, dan aplikasi pengetahuan bagi kemajuan bisnis perusahaan dibuktikan dengan pindahnya knowledge management dari Kantor Pusat di bawah Direktorat Human Capital and General Affairs - yang saat ini difokuskan pada manajemen SDM Perusahaan serta penyelenggaraan operasional SDM secara terpusat melalui unit Human Capital Center, serta pengendalian Assessment Center Indonesia serta Community Development Center - ke corporate university.

 


 

2.      LITERATUR TEORI

2.1  Elimination Versus Aggregation

Abstraksi model bisnis proses melibatkan aktifitas mencari jawaban (what and How):

·         Bagian model proses mana yang memiliki  significant rendah?

·         Bagaimana merubah suatu model proses, sehingga bagian yang tidak significant tersebut bias dihilangkan?   

How to membuat abstraksi model proses, berikut adalah dua teknik dalam melakukan transformasi  model proses menjadi abstraksi model proses; 

·         Elimination 

·         Aggregation 

Elimination Rules 

·         Elimination berarti bahwa element proses model yang tidak penting dihapuskan dalam abstraksi  model proses.

·         Harus dipastikan bahwa model proses yang  dihasilkan adalah well-formed, dan urutan  proses tetap terjaga. 

Aggregation Rules

·         Element proses yang tidak penting pada proses  model dikelompokkan (group) dengan element lain.

·         Informasi element – element proses tidak penting tetap dipertahankan dengan menggabungkannya dalam satu element process (abstracted).

·         Jika ada dua tugas sekuensial yang digabungkan  (aggregated) manjadi satu, maka penamaan tugas hasil dari penggabungan tersebut mengikuti tujuan atau fungsi dari tugas – tugas tersebut. 

2.2  Transformation Requirements

        Abstraksi model proses seharusnya tidak memperkenalkan pemesanan baru atau mengubah yang sudah ada. Misalnya, jika model proses asli menentukan untuk mengeksekusi baik aktivitas A atau B, seharusnya tidak demikian dalam model abstrak kegiatan ini muncul secara berurutan. Seseorang dapat menggunakan gagasan isotaktik (Polyvyanyy et al. 2012) sebagai persyaratan untuk melestarikan proses logika eksekusi. Isotactics adalah hubungan perilaku pada model proses yang mampu mewakili eliminasi dan agregasi logika eksekusi proses dan, karenanya, disarankan untuk digunakan untuk menggambarkan hubungan perilaku abstraksi pada proses model. Persyaratan abstraksi penting lainnya adalah model proses yang terbentuk dengan baik harus dipertahankan. Dengan demikian, aturan transformasi harus mempertimbangkan fitur – fitur dari notasi pemodelan.   

Transformation Rules

Dua persyaratan yang berlaku pada abstraksi: 

·         Masalah urutan pada model proses harus dilestarikan. 

·         Absolute process effort mutlak harus dipertahankan. 

Untuk memenuhi transformation requirement,  diperlukan suatu pendekatan, pendekatan four  elementary abstractions; 

·         sequential, 

·         block, 

·         loop, 

·         dead end abstraction 

Sequential Abstraction

Sekuensial (urutan) dari function dan event  dapat diganti dengan satu fungsi agregasi. 

Definition 1:

Potongan proses dikatakan sequence jika;  dibentuk dari urutan; 

function -> event -> function. 

Contoh; 

Events : e0 , e1 , e2 .   

Functions : f1 , f2 

Lakukan aggregasi terhadap sekuesial functions  dan events tersebut! 

Hasilnya; 

fs merupakan hasil aggregasi sekuensial  functions, dimana di dalamnya terdapat f1 , e1 dan f2   


 

Block Abstraction

Untuk menggambarkan model  parallel atau decision point dalam suatu proses, digunakan konektor  split dengan keluaran bercabang  yang nantinya percabangan tersebut akan bergabung lagi dengan konektor join.Alur keluaran mana yang dipilih tergantung pada semantics  (digambarkan dengan tipe connector  yang sesuai; AND, OR, or XOR).

Defenition 2

Potongan proses adalah block jika

·         Dimulai dengan konektor split and ditutup dengan konektor join dengan tipe yang sama (tipe C1 = tipe C2).

·         Semua alur dari split bermuara kekonektor join.

·         Hanya terdapat satu function pada setiap satu jalur.

·         Setiap jalur hanya terdiri dari event dan function.

·         Jumlah jalur yang keluar dari konektor split sama dengan jumlah jalur yang masuk kekonektor join.

·         Hanya ada satu koneksi yang masuk ke Konektor  split dan hanya satu koneksi yang keluar dari konektor join.

Potongan proses parallel (bercabang)  dimulai dari konektor split sampai konektor  join, dapat diganti dengan satu fungsi  general perwakilannya.  Contoh; 

Generalisasi terhadap block proses  bercabang: 

Events : e11 , e21 , … ek1 -> e1   

Functions : f1 , f2 , … fk ->fB

Events : e12 , e22 , … ek2 -> e2 

Hasilnya; 

proses general yang berisi e1 , fB dan e2 .  Semantik fungsi dan event disesuaikan dengan tipe dari konektor (C1 dan C2).  Jika tipe konektor adalah XOR maka hanya satu fungsi yang dijalankan. 

Loop Abstraction 

Dalam sebuah model proses, potongan  yang akan diulang dimasukkan kedalam konstruksi loop. Aliran control memungkinkan pemodelan loop. Aplikasi loop yang luas oleh pemodel membuat dukungan abstraksi loop menjadi bagian penting dari pendekatan abstraksi.

Definition 3:

Potongan proses adalah loop jika

·         Dimulai dengan konektor join XOR dan ditutup dengan konektor split XOR.

·         Potongan proses tidak mengandung konektor lain.

·         Konektor join XOR hanya memiliki satu koneksi keluar dan dua koneksi masuk. 

·         Konektor split XOR hanya memiliki dua koneksi keluar dan satu koneksi masuk. 

·         Hanya terdapat satu jalur dari konektor split kekonektor join, demikian juga sebaliknya. 

·         Minimal terdapat satu fucntion pada potongan  proses. 

Contoh:

Potongan proses loop dimulai dari konektor join XOR sampai konektor split  XOR, dapat diganti dengan satu fungsi agregasi (penggabungan).

Penjelasan;

·         Fungsi agregasif L menggantikan potongan  proses loop.

·         Event e0 disisipkan di awal (sebelum fL )  untuk menjelaskan bahwa loop terjadi sesuai event (dalam hal ini event e0 ).

·         Fungsi agregasi (penggabungan) dari potongan proses loop berisifungsi f1 dan f2  dan menyatakan bahwa fungsi f1 dan f2  dijalankan secara iteratif (berulang).

Dead End abstraction;

Model proses dengan beberapa kendali alur percabangan akan berujung pada  beberapa event yang mungkin akan berakhir pada dead end. 

·         Dead end abstraction bertujuan untuk menanggulangi percabangan yang  berujung pada dead end, dengan cara mengidentifikasi dan menspesifikasi alur dead end. 

·         Abstraksi dead end akan menghilangkan cabang yang  memiliki alur dead end.

·         Fungsi agregasi f D menggantikan fungsi f0 

Definition 4:

·         Potongan proses dikatakan dead  end jika berisi; 

Function ->konektor split -> XOR -> event -> function -> end event.  Konektor split XOR hanya memiliki satu koneksi masukan

 

       Mekanisme abstraksi dead end, pada proses awal potongan disajikan  di sisi kiri gambar. Dead end dibentuk oleh fungsi f0 dan fk, event ek dan ek+1, dan konektor split XOR. Pemisahan XOR memiliki k cabang keluar, dan abstraksi menghapus cabang ke-k. yang diabstraksikan proses disajikan di sisi kanan. Persegi panjang dengan batas putus – putus melampirkan potongan dead end  dan penggantinya.

       Dead end abstraction sepenuhnya menghapus cabang split XOR milik dead end. Fungsi agregasi fD menggantikan fungsi f0. Fungsi agregasi dalam abstraksib untu memiliki semantic berikut: setelah terjadinya fungsi fD dalam suatu proses, fungsi f0 dijalankan. Setelah itu, fungs ifk dapat dijalankan. Pada eksekusi fungsi fk , cabang dihentikan dan fD tidak ditinggalkan. Jika tidak, eksekusi cabang dilanjutkan. Ketika pemisahan XOR memiliki dua keluaran koneksi dalam model proses awal, pemisahan XOR dalam model proses yang diabstraksi dapat dihilangkan. Koneksi baru dari fungsi agregasi ke event, setelah pemisahan XOR yang dihilangkan.

 


 

3.      PEMBAHASAN

3.1  Tata Kelola PT Telkom Indonesia Tbk

Tata Kelola didefinisikan sebagai serangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Pihak – pihak utama dalam tata kelola perusahaan adalah pemegang sahammanajemen, dan dewan direksi. Pemangku kepentingan lainnya termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditorlain, regulator, lingkungan, serta masyarakat luas.

 

Secara konsisten, Telkom berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance (GCG) untuk memenuhi tujuan berikut:

1.      Mendukung Purpose Telkom yaitu “Mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing serta memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan.

2.      Mendukung visi Telkom yaitu “Menjadi Digital Telco Pilihan Utama untuk Memajukan Masyarakat.”

3.      Mendukung misi Telkom, yaitu mempercepat pembangunan Infrastruktur dan platform digital cerdas yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat; mengembangkan talenta digital unggulan yang membantu mendorong kemampuan digital dan tingkat adopsi digital bangsa; dan mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan pengalaman digital pelanggan terbaik.

4.      Memberikan nilai tambah dan manfaat bagi para Pemegang Saham dan para pemangku kepentingan.

5.      Mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif dalam jangka panjang.

6.      Meningkatkan kepercayaan para Pemegang Saham dan Stakeholder kepada Telkom.

3.2  Transformasi Proses Bisnis PT Telkomunikasi Tbk

Hadirnya telepon selular menghancurkan industri radio panggil (pager), atau hadirnya kamera digital yang menghancurkan bisnis kamera cetak. Kembali keperubahan pada Telkom, ternyata Telkom bukan pertama kali melakukan transformasi tersebut. Tercatat beberapa kali Telkom melakukan transformasi, yaitu:

·         Transformasi fase I dilakukan periode 1988 – 1997 dengan melakukan perubahan fundamental yakni mengubah budaya perusahaan.

·         Transformasi fase II dilakukan mulai 2002 – 2005. Delapan tahun lalu transformasi diarahkan dari perusahaan berbasis asset menjadi berfokus pada pelanggan. Setelah itu diubah dari perusahaan telekomunikasi menjadi info Com.

·         Transformasi fase III, 23 Oktober 2009 – sekarang, perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainment)

      Transformasi  PT Telekomunikasi Tbk yang disebut dengan NEW TELKOM Indonesia, yaitu transformasi dalam bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi sistem dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia. Berdasarkan fakta – fakta yang terjadi, yaitu:

·         Perubahan Corporate identity dari perusahaan Info Comm menjadi T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainment) Company, disertai dengan perubahan pada logo perusahaan.

·         Perubahan budaya (culture) baruyakni commitment, spirit, promise, product and service quality serta service culture

·         Telkom memiliki tagline baru, “The World in Your Hand“.

·         positioning baru “Life Confident”.

·         5 value baruyaitu Expertise, Empowering, Assured, Progressive & Heart



      Suatu produk harus berkembang atau lebih dikenal dengan product – market growth matrix.  Kemudian, mari kita cocokkan dengan apa yang terjadi pada Telkom. Pada bagian product terdapat dua bagian, apakah akan Telkom tetap menjual produk lamanya, atau membuat suatu produk baru. Pada bagian produ kini, sebelumnya Telkom merupakan perusahaan yang fokus pada bidang komunikasi dan informasi. Sesuai dengan Corporate identity mereka yaitu perusahaan Info Comm. Hal yang terjadi adalah terbukanya peluang baru dibidang multimedia dan edutainment. Peluang inilah yang kemudian diambil oleh Telkom dan mengambil langkah untuk bergerak ke New Product.  Kemudian pada bagian Market, kembali terdapat pilihan apakah akan memasuki pasar yang lama atau masuk ke pasar yang baru.Terdapat penambahan 2 (dua) bisnis baru pada multimedia dan edutainment tersebut terlihat bahwa Telkom mengambil langkah untuk memasuki pasar (market) baru yang jelas berbeda dengan pasar Telkom sebelumnya, yaitu: informasi dan komunikasi.  Sesuai dengan bagan tersebut kita lihat bahwa ternyata Telkom melakukan proses diversifikasi.

      Mengenai bagaimana strategi sebuah brand dalam berkembang, bagan ini namanya, Brand Growthstrategies, saya ambil dari slide perkuliahan MMUI, mengenai pencipta-nya belum ketemu, maybe Aaker, Keller or someone else, ntar kucari lagi deh, yang jelas bagan ini merupakan salah satu jurus para marketer untuk mengembangkan Brand.



      Mengaitkan pada studi Telkom ini, Brand Telkom dilihat sebagai suatu corporate brand yang meluncurkan produk baru pada market yang belum pernah ia masuki sebelumnya, yaitu multimedia dan edutainment.

Dari studi Telkom tersebut, dapat kita lihat bahwa yang harus dilakukan pada Brand yang memasuki bagian new product, new market adalah melakukan Brand development. Pada penjelasan dari tahapan ini, langkah – langkah yang dilakukan adalah melakukan kembali proses segment, target  dan position (STP), new marketing plan, dan new IMC program. Hal inilah yang kemudian melahirkan proses transformasi Telkom tersebut, seperti positioning baru, perubahan logo,  tagline, dan  perubahan corporateidentity.

3.3  Transformasi PT Telkom Indonesia Tbk untuk Digitalisasi Indonesia

      Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman ini, Telkom bertransformasi menjadi digital telco dengan membawa tiga misi utama. Pertama, Telkom berkomitmen mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur dan platform digital yang berkelanjutan dan terjangkau oleh seluruh orang. 

      Kedua, Telkom berupaya terus memelihara dan mengembangkan talenta – talenta digital terbaik untuk mempercepat proses digitalisasi masyarakat. Terakhir, Telkom memiliki misi menjadi actor utama penyedia ekosistem digital yang memberikan layanan serta pengalaman terbaik untuk masyarakat.

      Demi mewujudkan visi dan misi tersebut, ada tiga bidang yang menjad ifokus kerja Telkom saat ini. Ketiganya yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services. Operasional dan bisnis perusahaan di tiga bidang tersebut berjalan dengan tujuan utama untuk memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan.

       Pada bidang digital connectivity, Telkom hadir melalui pembangunan berbagai infrastruktur utama penunjang kebutuhan digital masyarakat seperti 167.935 kilometer fiber optic backbone, 35.822 lebih tower komunikasi di berbagai daerah, 234 ribulebih Base Transceiver Station (BTS) 4G.  Selain itu Telkom juga mengimplementasi jaringan 5G. Telkom dan layanan internet broad band IndiHome yang hingga kuartal I-2021 jumlah pelanggannya telah mencapai 8,15 juta orang.

       Pada segmen mobile data, Telkom hadir melalui anak usaha Telkomsel yang telah melayani 164,69 juta orang hingga Maret 2021.  Kontribusi Telkom untuk digitalisasi Indonesia tak berhenti di sana. Perusahaan juga konsisten menyiapkan banyak digital platform untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah, seperti data Center, komputasi awan (cloud), Internet of Things (IoT), Big Data/AI, Cyber security, serta produk Payment/Blockchain. Kontribusi itu belum termasuk banyaknya smart platform yang disediakan dan dibuat Telkom untuk menjadi solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat. 

       Pada bidang terakhir, Telkom membuktikan kapasitasnya sebagai digital telco terdepan dengan penyediaan berbagai digital services yang dilakukan secara selektif. Pengembangan dan penyediaan digital services dilakukan Telkom melalui aksi akuisisi atau kemitraan, dengan sinergi digital platform dan digital connectivity yang telah dibangun sehingga menghadirkan pelayanan terbaik untuk pelanggan. 

       Kontribusi Telkom di tiga bidang tersebut hadir demi mempercepat hadirnya ekosistem digital terintegrasi di Indonesia. Keberadaan ekosistem tersebut penting adanya, agar proses transformasi digital di Indonesia bias berjalan cepat dan merata di segala sektor. Karena itu, selain focus berkontribusi di tiga bidang yang sudah disebutkan, Telkom juga konsisten mengambil peran dalam hal pengembangan platform digital di berbagai sector seperti UMKM, pertanian & perikanan, pendidikan, pariwisata, kesehatan, serta logistik.          Melalui focus kerja di digital connectivity, digital platform, dan digital services, pengembangan platform, serta investasi yang terus dilakukan Telkom, transformasi digital masyarakat Indonesia akan segera terwujud. Perubahan pola hidup menjadi lebih digital ini diyakini akan membuat bangsa dan negara ini bias melakukan lompatan, agar sejajar bahkan unggul dari negara – negara lain di dunia.

 

 

 

 

 


 

4.      KESIMPULAN

            Kontribusi Telkom di tiga bidang tersebut hadir demi mempercepat hadirnya ekosistem digital terintegrasi di Indonesia. Keberadaan ekosistem tersebut penting adanya, agar proses transformasi digital di Indonesia bias berjalan cepat dan merata di segala sektor. Karena itu, selain focus berkontribusi di tiga bidang yang sudah disebutkan, Telkom juga konsisten mengambil peran dalam hal pengembangan platform digital di berbagai sector seperti UMKM, pertanian & perikanan, pendidikan, pariwisata, kesehatan, serta logistik. 

            Melalui focus kerja di digital connectivity, digital platform, dan digital services, pengembangan platform, serta investasi yang terus dilakukan Telkom, transformasi digital masyarakat Indonesia akan segera terwujud. Perubahan pola hidup menjadi lebih digital ini diyakini akan membuat bangsa dan negara ini bias melakukan lompatan, agar sejajar bahkan unggul dari Negara – Negara lain di dunia.

            Selain hal itu, Telkom tersebut, dapat kita lihat bahwa yang harus dilakukan pada Brand yang memasuki bagian new product, new market adalah melakukan Brand development. Pada penjelasan dari tahapan ini, langkah – langkah yang dilakukan adalah melakukan kembali proses segment, target dan position (STP), new marketing plan, dan new IMC program. Hal inilah yang kemudian melahirkan proses transformasi Telkom tersebut, seperti positioning baru, perubahan logo,  tagline, dan  perubahan corporate identity.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Astutik, Y. (2021, Juli 6). Transformasi Telkom untuk Digitalisasi Indonesia. Dipetik Desember 2021, dari www.cnbcindonesia.com: https://www.cnbcindonesia.com/market/20210705203607-17-258522/transformasi-telkom-untuk-digitalisasi-indonesia

Gudil, J. (2010, Februari 2). Transformasi bisnis ala Telkom. Dipetik Desember 2021, dari johngudil.wordpress.com: https://johngudil.wordpress.com/2010/02/02/transformasi-bisnis-ala-telkom/

Putra, Y. M., (2021). Process Model Transformation. Modul KuliahManajemen Proses Bisnis. Jakarta : FEB-Universitas MercuBuana.

Haryono, A., &Rimawan, E. Improvement of Business Process Modeling in Small and Medium Industries (Smis) to Sustain in Global Economic Competition. Operations Excellence9(1), 34-43.

Nugroho, A., &Kusumah, L.H. (2021). AnalisisPelaksanaan Quality Control untukMengurangi Defect Produk di Perusahaan PengolahanDagingSapi Wagyu denganPendekatan Six Sigma. JurnalManajemenTeknologi 20 (1), 56-78.

Nusraningrum, D., Jaswati, J., &Thamrin, H. (2020). The Quality of IT Project Management: The Business Process and The Go Project Lean Aplication. ManajemenBisnis10(1), 10-23.

Saryanto, S., Purba, H., &Trimarjoko, A. (2020). Improve quality remanufacturing welding and machining process in Indonesia using six sigma methods. J. Eur. SystèMesAutom53, 377-384

Vidianto, A. S., & Haji, W. H. (2020). SistemInformasiManajemenProyekBerbasis Kanban (StudiKasus: PT. XYZ). JurnalTeknologiInformasi dan IlmuKomputer (JTIIK)7(2).

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS SIKLUS MANAJEMEN PROSES BISNIS PADA PT TELKOM INDONESIA TBK

MANAJEMEN MUTU, ISU & PERUBAHAN PADA MANAJEMEN PROYEK PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK

ANALISIS MEKANISME ABSTRAKSI DARI MODEL BISNIS PROSES PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK