IMPLEMENTASI MODEL DIAGRAM BUSINESS PROCESS MODELLING NATATION (BPMN) PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK
IMPLEMENTASI MODEL DIAGRAM
BUSINESS PROCESS MODELLING NATATION (BPMN) PADA
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA
TBK
Artika Priananda, Ichsan
Nur Rahmanto, Nuraenie Oktavianthie, Pradita Dyah Ayu P, Riski Serina Safitri
Manajemen Proses Bisnis,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana
Jl. Meruya Selatan No.31,
Kota Jakarta Barat 11610, telp. (021) 5840816
Abstrak
PT Telkom Indonesia dapat dikatakan sudah memiliki sistem yang termasuk
dalam best practices KM, salah satunya adalah menjadi pionir dalam menciptakan
corporate university yang merupakan bukti otentik bahwa PT Telkom Indonesia
benar-benar mengapresiasi KM sebagai bagian yang sangat penting bagi
perusahaan.
BPMN (Business Process Modelling Notation) atau
diagram BPMN adalah sebuah standar untuk memodelkan proses bisnis yang
menyediakan notasi grafis dalam menjelaskan sebuah proses bisnis. BPMN
menggambarkan suatu bisnis proses diagram yang didasarkan kepada teknik diagram
alur, dirangkai untuk membuat model-model grafis dari operasi-operasi bisnis
dimana terdapat aktivitas-aktivitas dan kontrol-kontrol alur yang
mendefinisikan urutan kerja.
Kata Kunci: Business Process Modelling
Notation, Proses Bisnis
1. PENDAHULUAN
BPMN (Business Process
Modelling Natation) atau diagram BPMN adalah sebuah standar untuk memodelkan
proses bisnis yang menyediakan notasi grafis dalam menjelaskan sebuah proses
bisnis. BPMN menggambarkan suatu bisnis proses diagram yang didasarkan kepada
teknik diagram alur, dirangkai untuk membuat model-model grafis dari
operasi-operasi bisnis dimana terdapat aktivitas-aktivitas dan kontrol-kontrol
alur yang mendefinisikan urutan kerja.
Salah
satu tujuan dari menggunakan BPMN adalah untuk menyediakan notasi yang mudah
untuk digunakan dan dipahami oleh semua individu yang ikut terlibat dalam
bisnis. Sehingga semua yang terlibat dari berbagai tingkatan manajemen yang
harus dapat membaca dan memahami proses diagram dengan cepat sehingga
diharapkan juga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan. Pemodelan
proses bisnis BPMN biasa dilakukan pada pelayanan akademik perguruan tinggi,
pelayanan pemerintah dan
perusahaan.
PT Telkom Indonesia bahkan
bisa dikatakan sudah memiliki sistem yang termasuk dalam best practices KM,
salah satunya adalah menjadi pionir dalam menciptakan corporate university yang
merupakan bukti otentik bahwa PT Telkom Indonesia benar-benar mengapresiasi KM
sebagai bagian yang sangat penting bagi perusahaan. Bahkan komitmen Telkom
terhadap pentingnya penyebaran, penyimpanan, dan aplikasi pengetahuan bagi
kemajuan bisnis perusahaan dibuktikan dengan pindahnya knowledge management
dari Kantor Pusat di bawah Direktorat Human Capital and General Affairs - yang
saat ini difokuskan pada manajemen SDM Perusahaan serta penyelenggaraan
operasional SDM secara terpusat melalui unit Human Capital Center, serta
pengendalian Assessment Center Indonesia serta Community Development Center -
ke corporate university.
2. LITERATUR TEORI
2.1
Diagram
BPMN
BPMN
(Business Process Modelling Natation) atau diagram BPMN adalah sebuah standar
untuk memodelkan proses bisnis yang menyediakan notasi grafis dalam menjelaskan
sebuah proses bisnis. BPMN menggambarkan suatu bisnis proses diagram yang
didasarkan kepada teknik diagram alur, dirangkai untuk membuat model-model
grafis dari operasi-operasi bisnis dimana terdapat aktivitas-aktivitas dan
kontrol-kontrol alur yang mendefinisikan urutan kerja. Salah
satu tujuan dari menggunakan BPMN adalah untuk menyediakan notasi yang mudah
untuk digunakan dan dipahami oleh semua individu yang ikut terlibat dalam
bisnis. Sehingga semua yang terlibat dari berbagai tingkatan manajemen yang
harus dapat membaca dan memahami proses diagram dengan cepat sehingga
diharapkan juga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan. Pemodelan
proses bisnis BPMN biasa dilakukan pada pelayanan akademik perguruan tinggi,
pelayanan pemerintah dan
perusahaan.
Sedangkan
tujuan lainnya dari diagram BPMN adalah menyediakan suatu notasi yang mudah
dipahami oleh semua masyarakat terutama pegiat software . Dari analis bisnis
yang ada kemudian menciptakan draft
permulaan dari proses - proses sampai dengan pengembangan teknis meliputi alur
dan pekerjaan dalam bentuk model atau
notasi . BPMN juga menciptakan suatu jembatan terstandarisasi untuk gap antara
desain proses bisnis dan implementasi proses.
BPMN (Business Process
Modeling Notation), juga merupakan suatu metodologi baru yang dikembangkan oleh
Business Process Modeling Initiative sebagai suatu standard baru pada pemodelan
proses bisnis, dan juga sebagai alat desain pada sistem yang kompleks seperti
sistem e- Business yang berbasis pesan (message-based). Notasi BPMN yang baru
juga dirancang untuk sifat sistem berbasis layanan web. BPMN dapat memodelkan
pesan kompleks yang dilewatkan diantara pelaku bisnis atau bagian dari pelaku
bisnis, kejadian yang menyebabkan pesan dilewatkan, dan aturan bisnis yang
membatasi kejadian tersebut. BPMN memungkinkan proses bisnis dipetakan ke
bahasa eksekusi bisnis berbasis XML seperti BPEL4WS (Business Process Execution
Language for Web Service) dan BPML (Business Process Modeling Language).
Informasi pada bahasa eksekusi bisnis ini dapat divisualisasikan dengan notasi
umum.
Beberapa hal yang menyebabkan begitu pentingnya
perusahaan meggunakan diagram BPMN aadalah:
·
BPMN
adalah standar proses pemodelan diterima secara internasional.
·
BPMN
adalah suatu metodologi pemodelan proses.
·
BPMN
menciptakan jembatan standar yang mengurangi kesenjangan antara proses bisnis dan pelaksanaannya.
·
BPMN
memungkinkan untuk desain proses bisnis
dan implementasinya bersatu dan
berstandar sehingga setiap orang dalam
organisasi dapat saling memahami.
Kehadiran BPMN di lingkungan organisasi
dipandang sebagai salah satu terobosan yang cukup signifikan untuk melakukan
perubahan paradigma dalam memandang pengelolaan sistem informasi. BPMN
menawarkan cara yang mudah untuk mewujudkan sistem informasi dengan fitur
eksekusinya. Mewujudkan sistem informasi yang sederhana, transparan, dan
auditable sekarang dapat dilakukan secara lebih mudah, karena hanya dengan
fokus di level proses bisnis. Keruwetan implementasi sistem informsi dalam
aspek teknis seperti pemrograman dapat diminimalkan atau bahkan dihindari.
Artinya, impian untuk membuat sistem informasi tanpa pemrograman pun akhirnya
bisa terwujud.
Model proses bisnis dengan diagram BPMN
saat ini sudah menjadi standar de facto pemodelan business process yang diakui
secara internasional dan sampai saat ini sudah dianut oleh perusahaan besar
skala dunia seperti IBM, Oracle, SAP AG, BizAgi, Axway, Software AG, dan lain
sebagainya. BPMN sudah menyebar hampir di semua bidang, baik yang terkait
dengan aspek IT maupun manajemen. BPMN telah masuk ke sektor bisnis manufaktur,
pendidikan, adminstrasi pemerintahan, rumah sakit, penerbangan, telekomunikasi,
pedagangan, perkebunan, oil and gas, dan sektor bisnis lainnya. Sudah saatnya BPMN menjadi bahan literatur
untuk membangun business process di tanah air.
2.2
Notasi Diagram BPMN
Dalam
notasi diagram BPMN atau dasar kategori elemen diagram BPMN, variasi tambahan
dan informasi dapat ditambahkan untuk
mendukung kebutuhan untuk kompleksitas tanpa mengubah tampilan dasar
diagram BPMN.
Lima (5)
kategori dasar elemen atau notasi diagram BPMN adalah:
1. Flow Objects
2. Data
3. Connecting Objects
4. Swimlanes
5. Artifacts
Flow Object adalah elemen grafis utama untuk
menentukan perilaku dalam Proses Bisnis.
Ada tiga (3) Flow Object:
Ø
Events
Ø
Activities
Ø
Gateways
Data direpresentasikan dengan empat (4) elemen :
v
Data
Objects
v
Data
Inputs
v
Data
Outputs
v
Data
Stores
Connecting Objects, ada empat (4) cara
menghubungkan Obyek Arus informasi satu sama lain atau lainnya. Ada empat (4)
Connecting Objects:
1.
Sequence Flows
2. Message
Flows
3.
Associations
4. Data
Associations
Swimlines, ada dua (2) cara pengelompokan
unsur- unsur pemodelan utama melalui "Swimlanes:"
o
Pools
o
Lanes
Artifacts, digunakan untuk memberikan
informasi tambahan tentang Proses. Ada dua
(2) Artefak standar, tapi pemodel atau alat pemodelan bebas untuk
menambahkan sebanyak Artefak yang
diperlukan.
a.
Group
b.
Text
Annotation
Figure
1 Notasi Dasar BPMN
2.3
Penjelasan Notasi Dasar BPMN
Event:
Event adalah sesuatu yang "terjadi" selama
jalannya Proses atau Koreografi. Mempengaruhi aliran dari model dan bisanya
memiliki penyebab (pemicu) atau dampak
(hasil) Event digambarkan dalam lingkaran terbuka untuk membedakan
fungsinya. Ada tiga jenis event, berdasarkan pengaruh aliran proses: Awal,
Menengah, dan Akhir.
Activity
Aktivitas adalah sebuah istilah umum untuk suatu
kegiatan yang memperlihatkan perusahaan melakukan proses. Jenis kegiatan yang
merupakan bagian dari proses sebuah model digambarkan bulat persegi panjang.
Gateway
Gateway digunakan untuk mengontrol perbedaan dan
konvergensi dari urutan arus dalam proses. Dengan demikian, akan menentukan
percabangan, forking, penggabungan,dan
bergabung dengan jalur
Sequence Flow
Sebuah Arus Urutan digunakan untuk menunjukkan
urutan kegiatan yang akan dilakukan
dalam proses
Message Flow
Digunakan untuk menunjukan aliran Pesan antara dua
pelaku yang telah dipersiapkan untuk mengirim dan menerima mereka. Dalam BPMN,
dua Pools terpisah dalam Diagram Kolaborasi akan mewakili dua peserta (misal:
partner entitas atau partner roles)
Association
Digunakan untuk menghubungkan informasi dan Artefak
dengan elemen BPMN grafis. Teks
penjelasan dan Artefak lain dapat terkait dengan grafis elemen. Semua mata
panah pada Asosiasi menunjukkan arah aliran (misalnya:data)
Pool
Adalah representasi grafis dari pelaku/peserta
kolaborasi. Hal ini juga bertindak sebagai "swimlane" dan wadah
grafis untuk partisi satu set kegiatan dadi Pools lain, biasanya dalam konteks
situasi B2B. Pool A mungkin memiliki internal yang rinci, dalam bentuk proses
yang akan dieksekusi.
Lane.
Lane adalah partisi sub-dalam Proses, terkadang
dalam Pool, akan memperpanjang seluruh proses baik secara vertikal ataupun
horisontal. Jalur yang digunakan untuk mengatur dan mengkategorikan kegiatan.
Data Object
Data Object memberikan informasi tentang kegiatan
apa yang perlu diadakandan atau apa yang
mereka hasilkan. Daata Object dapat mewaakili benda tunggal atau koleksi
Contoh
penerapan notasi BPMN pada system berbasis layanan web adalah seperti pada
gambar 1. Salah satu kelebihan diagram BPMN adalah kemampuan memodelkan aliran
pesan. Diagram bisnis proses tradisional mampu memodelkan aliran proses secara
sekuensial, dari kejadian awal sampai hasil akhir. Dalam lingkungan e-commerce,
tentunya, orang mengirim pesan kepada yang lain sebagai bagian dari aliran
proses. Pesan ini menuntun pada penggambaran dan pemahaman proses business
to business dan business to customer.
Gambar 1. Notasi pada system berbasis layanan web
Pada
diagram BPMN dapat digambarkan aliran pesan melalui Message Flow Line,
contoh aliran pesan dapat dilihat pada
gambar 2. Pools dan lanes (kolam dan garis batas lintasan pada
kolam renang) digunakan untuk menggambarkan secara grafis pemisahan aliran
proses berdasarkan organisasi atau departemen yang melakukannya. Umumnya
organisasi diwakili dengan sebuah pool, dan departemen pada organisasi
tersebut diwakili dengan lanes.
Gambar 2 Aliran pesan melalui message flow line
Sebuah pool
dapat mewakili hal lain selain organisasi, misalnya sebuah fungsi,
aplikasi, lokasi, class atau sebuah entitas tertnetu itu sangat
tergantung dengan jenis bisnis dari organisasi yang ditekuninya, sehingga
bersifat fleksibel dan tidak harus mewakli organisasi. Demikian juga dengan
lanes juga bisa mewakili selain departemen.
Contoh pool
dan lanes digambarkan pada gambar 3. Di bawah ini
Gambar
3. Pool dan lanes.
Kita dapat
mendetilkan aliran proses di dalam sebuah pool dengan memilih
merepresentasikannya sebagai ‘black-box’ tanpa menampilkan detil. Jika
kita menunjukkan detil yang berada di dalam pool, maka disebut ‘white-box’
yang artinya terbuka untuk diinspeksi. Jika detail aliran proses di dalam pool
(dan memiliki black-box pool) belum dapat dimodelkan, maka masih
dapat dilakukan pemodelan bagaimana pool berinterrelasi dengan dunia
luar dengan menggambarkan aliran pesan dari dan ke batas pool tersebut
seperti pada gambar 4. Di bawah ini,
Gambar 4. Interrelasi pool.
2.4
Alur Diagram BPMN
Untuk menerapkan BPMN maka perlu
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menetapkan sudut pandang kajian masalah (point of view). Sudut pandang
ini penting untuk membatasi ruang lingkup masalah dan menggambarkan proses
bisnis pada ruang lingkup tersebut. Hal ini karena sebuah proses bisnis
seringkali sangat rumit dan melibatkan banyak pihak, sehingga ketika
dimodelkan, harus ditentukan dari sudut pandang pihak mana model tersebut
dibangun.
2. Mendefinisikan Critical Success Factor (CSF) sebagai ukuran keberhasilan
yang ingin dicapai oleh proses bisnis tersebut.
3. Membuat abtraksi umum dan melakukan dekomposisi atas proses sehingga
dapat dibuat model yang komprehensif pada setiap lapisan proses.
4. Menggambarkan modelnya menggunakan
BPMN.
3. PEMBAHASAN
A. Rancangan Umum Sistem
Berdasarkan
identifikasi masalah yang sudah dijabarkan diatas, maka membutuhkan sarana yang
dapat memberi informasi persediaan access point, access point terpasang, access
point rusak, dan perkembangan status access point. Sistem informasi persediaan
access point pada Telkom Regional V akan dibangun berbasis web. Dengan berbasis
web sistem akan memiliki ketersediaan selama 24 jam, hal ini akan membantu
dalam proses pengelolaan persediaan access point. Proses bisnis usulan sistem
tergambar pada BPMN.
Figure
2 Rancangan Umum Sistem Persediaan Access Point
Bagaimana sistem persediaan access point
berjalan. Pada sistem ini memiliki 4 pengguna berdasarkan fungsinya, yaitu
Admin ROC, Admin witel, Manager Witel dan Manager ROC Regional V. Pada tahap
awal adalah tahap persiapan sistem, masing-masing admin melakukan input data
master yang diperlukan untuk berjalannya system. Data yang diinputkan meliputi
data karyawan, data pengguna, dan data witel. Langkah selanjutnya adalah
dilakukan pemantauan terhadap access point yang telah terpasang apabila admin
witel mendapat laporan access point rusak maka akan langsung dilakukan
penggantian terhadap access point tersebut.
Pemesanan access point melalui form yang
telah disediakan kemudian witel mengirimkan access point rusak sejumlah dengan
access point yang hendak dipesan. Tahap selanjutnya adalah pemenuhan permintaan
witel oleh Telkom Regional V. Alur serupa berlaku juga untuk Telkom Regional V
apabila terjadi kekurangan persediaan. Hanya saja untuk Telkom Regional V
memesan kepada Telkom Jakarta.
B. System Flow Diagram
System flow adalah penggambaran alir kerja
sebuah dalam sebuah sistem yang menunjukan proses kerja dalam sistem. System
flow menggambarkan urutan- urutan dari prosedur dalam sebuah sistem. Berikut
merupakan System Flow dari aplikasi ini. Terdapat sembilan System flow yang
digambarkan pada sistem ini, yaitu Cek hak akses, mengelola data master,
mencatat access point rusak, penggantian access point rusak, menghitung ROP
access point, order access point, 37 persetujuan access point, konfirmasi order
access point, dan mencetak laporan access point. Dari sembilan sysflow dapat
membentuk sebuah kesatuan sistem yang dikembangkan secara terstruktur.
Cek Hak Akses
Fungsi
ini menjelaskan user yang sudah terdaftar melakukan login terhadap aplikasi.
Hanya user yang sudah terdaftar saja yang bisa mengakses sistem. Masing-masing
pengguna menginputkan Id dan password kemudian sistem akan melakukan verifikasi
data yang diinputkan dengan yang tersimpan pada database. Denggan fungsi cek hak
akses diharapkan agar sistem dapat memilah pengguna berdasaran pekerjaannya
masing-masing Untuk fungsi cek hak akses terbagi menjadi 4 fungsi berdasarkan
pengguna yang melakukan pengecekan hak akses.
1. Admin Gudang Witel
Fungsi ini menjelaskan user admin gudang witel yang sudah terdaftar
melakukan login terhadap aplikasi. Pengguna menginput id dan password kemudian
sistem akan melakukan verifikasi data apabila data sesuai maka sistem akan
meneruskan ke halaman utama admin gudang witel.
2. Manajer Witel
Fungsi ini menjelaskan user manajer witel yang sudah terdaftar melakukan
login terhadap aplikasi. Pengguna menginput id dan password kemudian sistem.
3. Admin gudang ROC
Fungsi ini menjelaskan user admin gudang ROC yang sudah terdaftar
melakukan login terhadap aplikasi. Pengguna menginput id dan password kemudian
sistem akan melakukan verifikasi data apabila data sesuai maka sistem akan
meneruskan ke halaman utama admin gudang ROC.
4. KESIMPULAN
BPMN
(Business Process Modelling Natation) atau diagram BPMN adalah sebuah standar
untuk memodelkan proses bisnis yang menyediakan notasi grafis dalam menjelaskan
sebuah proses bisnis. Salah satu tujuan dari menggunakan BPMN adalah untuk
menyediakan notasi yang mudah untuk digunakan dan dipahami oleh semua individu
yang ikut terlibat dalam bisnis. Sehingga semua yang terlibat dari berbagai
tingkatan manajemen yang harus dapat membaca dan memahami proses diagram dengan
cepat sehingga diharapkan juga dapat membantu dalam proses pengambilan
keputusan. Pemodelan proses bisnis BPMN biasa dilakukan pada pelayanan akademik
perguruan tinggi, pelayanan pemerintah
dan perusahaan.
Untuk
menerapkan BPMN maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Menetapkan sudut pandang kajian masalah
(point of view). Sudut pandang ini penting untuk membatasi ruang lingkup
masalah dan menggambarkan proses bisnis pada ruang lingkup tersebut. Hal ini
karena sebuah proses bisnis seringkali sangat rumit dan melibatkan banyak
pihak, sehingga ketika dimodelkan, harus ditentukan dari sudut pandang pihak
mana model tersebut dibangun.
2.
Mendefinisikan Critical Success Factor (CSF)
sebagai ukuran keberhasilan yang ingin dicapai oleh proses bisnis tersebut.
3.
Membuat abtraksi umum dan melakukan
dekomposisi atas proses sehingga dapat dibuat model yang komprehensif pada
setiap lapisan proses.
4.
Menggambarkan modelnya menggunakan BPMN.
DAFTAR PUSTAKA
Danny, L. (2017, April 28). Pemodelan
Proses Bisnis Dengan BPMN. Dipetik November 2021, dari ccg.co.id: http://ccg.co.id/blog/2017/04/28/pemodelan-proses-bisnis-dengan-bpmn/
Institut
Bisnis & Informatika Stikom Surabaya. (t.thn.). Analisis dan
Perancangan Sistem. Dipetik November 2021, dari
repository.dinamika.ac.id: https://repository.dinamika.ac.id/id/eprint/2239/5/BAB_III.pdf
Putra, Y. M., (2021).
Membuat Model Diagram Business Process Modelling Natation (BPMN). Modul
Kuliah Manajemen Proses Bisnis. Jakarta : FEB-Universitas
Mercu Buana.
Haryono, A., &
Rimawan, E. Improvement of Business Process Modeling in Small and Medium
Industries (Smis) to Sustain in Global Economic Competition. Operations
Excellence, 9(1), 34-43.
Nugroho, A., &
Kusumah, L.H. (2021). Analisis Pelaksanaan Quality Control untuk Mengurangi
Defect Produk di Perusahaan Pengolahan Daging Sapi Wagyu dengan Pendekatan
Six Sigma. Jurnal Manajemen Teknologi 20 (1), 56-78.
Nusraningrum, D.,
Jaswati, J., & Thamrin, H. (2020). The Quality of IT Project Management:
The Business Process and The Go Project Lean Aplication. Manajemen
Bisnis, 10(1), 10-23.
Saryanto, S., Purba, H.,
& Trimarjoko, A. (2020). Improve quality remanufacturing welding and
machining process in Indonesia using six sigma methods. J. Eur.
SystèMes Autom, 53, 377-384
Vidianto, A. S., &
Haji, W. H. (2020). Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Kanban (Studi
Kasus: PT. XYZ). Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 7(2).
Komentar
Posting Komentar